Setelah beberapa waktu tertunda, kali ini saya mendapat kesempatan membuka survey online bagi para pengguna media sosial Internet di sini. Survey ini dilatarbelakangi oleh perkembangan jejaring sosial Internet yang dari waktu ke waktu semakin banyak jumlah penggunanya. Sebagai misal Facebook, melalui rilis resmi menyebutkan jumlah pengguna hingga bulan Juli 2010 telah mencapai 500 juta lebih. Jumlah pengguna dari Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta lebih, dan akan terus berkembang pesat seiring dengan intensitas pengguna yang terus menerus aktif menggunakan.
Survey pengguna jejaring sosial atau media sosial ini disusun yang ditujukan untuk mengetahui intensitas pengguna dalam memanfaatkan media jejaring sosial Internet untuk berbagai tujuan. Survey ini bersifat sukarela pada responden dan hasilnya bukan untuk keperluan komersial, melainkan sekedar sample data yang akan dipublikasikan kembali. Survey ini sementara berisi 5 buah pertanyaan sederhana, dan masih jauh dari ilmiah dan banyak kekurangan, tetapi ke depan diperlukan sebagai bahan perbaikan agar dapat digunakan sebagai wawasan dalam pemanfaatan teknologi informasi secara positif.
Akhirnya, terima kasih atas kesediaannya mengisi jawaban survey ini.
Salam.
Update:
- Result Survey Online: Facebook Raja Jejaring Sosial Indonesia
Sabtu, Juli 24, 2010
Selasa, Juli 06, 2010
Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Balikpapan, Dulu dan Sekarang
Label:
Balikpapan,
Perpustakaan
Kantor lama sebelum dibangun, Jl. KP Tendean. Foto: balikpapan.go.id
Kantor baru setelah dibangun. Foto: Doc pribadi.
Saya sendiri baru tahu gedung baru itu sudah mulai ada aktivitas ketika melihat sekumpulan anak-anak usia SD-SMP masuk gedung. Penasaran, saya ikut masuk melalui pintu depan lantai 2, dengan pemandangan tumpukan kardus-kardus, sepertinya masih ada buku-buku yang belum disusun ke dalam rak. Ikuti tangga naik -- tak ada lift -- dan petunjuk menuju ruang perpustakaan lantai 3, dan sebelum masuk ruang perpustakaan harus mengisi buku pengunjung. Saya lihat di buku tersebut pengunjung tercatat pertama kalinya pada Selasa, 22/06. Hingga Senin kemarin, 05/07, setiap harinya jumlah pengunjung tercatat kurang lebih antara 20 hingga 50 orang. Menurut informasi petugas, kantor dibuka setiap hari mulai pukul 7.30 s.d 16.00 WITA, kecuali Sabtu, Minggu dan hari libur tutup.
Secara pribadi saya senang dengan adanya perpustakaan ini, mengingat harga buku di kota ini sangat mahal dibandingkan kota Yogyakarta atau Surabaya. Di perpustakaan ini saya menemukan buku masih baru dan sepertinya masih tersedia di toko, tetapi ada juga buku lumayan lama, terutama buku tentang teknologi informasi seperti pemrograman dan aplikasi. Koleksinya masih mirip dengan perpustakaan sekolah pada umumnya. Selain buku, ada koleksi majalah dan bundel koran KaltimPost. Untuk meminjam maksimal 3 buah buku, selama 10 hari, tanpa biaya alias gratis. Tetapi untuk meminjam harus menjadi member lebih dulu. Untuk menjadi member tidak diperlukan biaya apapun, cukup copy KTP/kartu pelajar/mahasiswa dan pas foto, lengkapnya silakan lihat foto-foto di bawah ini.
Mengisi buku pengunjung. Foto: Doc pribadi.
Mencari buku, sepertinya belum ada katalog. Foto: Doc pribadi.
Salah satu buku baru terbitan 2008. Foto: Doc pribadi.
Koleksi majalah. Foto: Doc pribadi.
Rak yang masih kosong. Foto: Doc pribadi.
Ruang baca sangat luas, tapi meja dan kursi masih sedikit. Foto: Doc pribadi.
Syarat menjadi anggota perpustakaan umum Balikpapan, klik foto untuk melihat lebih jelas. Foto: Doc pribadi.
Minggu, Juli 04, 2010
Piala Dunia 2010: Belajar dari Kanselir Jerman, Angela Merkel
Label:
FootBall,
Piala Dunia,
World Cup
Foto: id.sports.yahoo.com
Jerman luar biasa, setelah menekuk Inggris 4:1 saat perdelapan final, di perempat final ini malah 'mengusir' Argentina pulang kampung lebih cepat sebelum lebaran, dengan skor telak 4:0, wohoo! Saat disiarkan televisi secara langsung, strategi tim kesebelasan Jerman terlihat sangat berkelas, tetapi yang menjadi perhatian saya adalah televisi selalu menyorot Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang melonjak gembira saat gol tercipta. Tanpa canggung ia berdiri cepat dari tempat duduknya dan mengepalkan kedua tangan ke atas sambil teriak, padahal disampingnya Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma duduk santai menahan ekspresi, sambil kemudian mendapat ucapan selamat. 'Ulah' pemimpin pemerintahan Jerman ini bukan sekali ini saja, 4 tahun lalu ketika Piala Dunia 2006 di Jerman ia tertangkap kamera tak bisa menyembunyikan ekspresinya, seolah-olah ia lupa bahwa ia adalah orang nomor satu di negaranya dan tokoh yang disegani di dunia, ia tak peduli meski mungkin protokoler kenegaraan 'menyuruhnya' untuk jaim saat itu. ;-)
Apakah itu sudah biasa? Jelas, semangat pemimpin seperti ini membawa pengaruh setidaknya semangat bertanding positif bagi yang berlaga, apalagi seluruh rakyat Jerman, mister Tukul bilang itu luar biasa!
Langgan:
Entri (Atom)










